Jumaat, 25 April 2014


Kura-kura Dan Kelinci

oleh Stephanus Agung Kristianto (Catatan) pada 15 Februari 2012 pukul 7:47

Ini adalah Tulisan seorang Dokter yang gaul banget, Saya berkenalan dengannya ketika megikuti Seminar di salah satu Hotel di Semarang....
Dokter ini orangnya supel, baik, dan punya tari Chibi versinya sendiri.
Wlaupun seorang dokter, ia adalah Motivator yang hebat.
Siapa yang belum pernah dongeng lomba lari kura-kura dan kelinci?  Rasanya aneh kalo ada yang belum pernah tahu cerita itu, namun jika pun ada, coba lihat kembali film Upin Ipin di sebuah televisi swasta. Dongeng ini mengisahkan perlombaan lari antara kelinci yang cepat dengan kura-kura yang lambat, dan akhir cerita lomba dimenangkan oleh kura-kura.

Sewaktu aku bertugas sebagai dokter di kalimantan, ada pengalamanku yang serupa dengan kisah ini. Waktu itu aku hendak memberikan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi bagi para remaja di daerah pedalaman, kebetulan lokasinya jauh di pedalaman dengan medan yang menantang. Jalanan menuju ke pedalaman saat itu rusak, seperti melewati sungai yang kering rasanya. Jalan yang berbatu, berlumpur dan kita terkadang harus melewati papan kayu yang sengaja di pasang untuk melintas, dan kita membayar untuk boleh melewati papan kayu yang disebut miting itu.
Pemanduku adalah seorang biarawan yang sudah cukup senior, tatkala itu mungkin usianya sudah lebih dari 60an tahun. Kami berdua naik motor sendiri-sendiri, beliau naik motor bebek dan aku naik motor win lengkap dengan sepatu boot, sarung tangan, helm standar, dan ransel. Serupa si jagoan Satria Baja Hitam dengan belalang tempurnya.

Dan perjalanan dimulai, setelah melewati jalan-jalan dalam kota yang mulus kami mulai melewati jalanan off road. Sedikit demi sedikit jarakku dengan sang pemandu semakin menjauh, di luar dugaan bukan aku yang di depan, melainkan si pemandu dengan motor bebeknya itu yang di depan. Semakin aku kemrungsung untuk mengejar beliau rasanya semakin banyak halangan yang menghadangku, batu-batu, lumpur, pasir dan berbagai kubangan. Bahkan di sebuah tikungan yang berpasir, belalang tempurku tergelincir sehingga aku harus terpelanting dari motor. Rasa malu yang muncul melebihi rasa perih di lengan akibat lecet-lecet, segera saja aku bangun dan kembali tancap gas.

Kadang kita merasa lebih berani, lebih muda, lebih hebat dan berbagai kelebihan lainnya. Namun sikap terbaik untuk belajar adalah tetap merasa kosong, sesuai prinsip Steve Jobs Stay foolish stay hungry yang selama hidupnya selalu ia terapkan. Sikap rendah hati akan membuatmu menerima lebih banyak. Apalagi jika berhadapan dengan guru-guru kehidupan, jika kita merasa sudah tahu dan penuh, maka kita tidak dapat belajar apa-apa. Jadi apakah Anda sudah pilih sikap yang benar untuk belajar?

Sesampainya di tempat tujuan, sang pemandu itu menjamuku di biaranya, sambil menyeruput teh manis hangat, aku berkeliling menikmati foto-foto tua yang terpajang di dinding biara. Salah satu foto itu membuatku terkejut, di dalam foto itu terlihat wajah pemanduku itu dalam usia 30 tahun lebih muda. Artinya sudah 30 tahun beliau melewati rute yang tadi kami lalui. Pantas saja beliau tahu persis harus lewat sisi jalan sebelah mana, sehingga motor bebeknya bisa melaju jauh  lebih kencang dari belalang tempurku.

Pengalaman adalah guru yang bijaksana, seperti halnya pengalaman si kelinci tadi yang tentunya akan membuatnya lebih sungguh-sungguh untuk manfaatkan pontensi diri dan jadi yang terbaik dalam setiap perlombaan, bagaimana dengan Anda? Ada versi lanjutan dari kisah kelinci vs kura-kura tadi, yaitu setelah kelinci kalah, ia minta tanding ulang. Kali ini kelinci sungguh-sungguh gunakan setiap kemampuan untuk hasil yang terbaik, dan kelinci yang jadi pemenangnya

@DokterAgungKris
dokter-hypnotherapist, lincensed master NLP
0812 8493 1800 pin 227 BD 1B8

LIFE IS NEVER FLAT GUYSSSS

LIFE IS NEVER FLAT

             

  Hidup itu tidak datar, tidak naik terus dan juga sebaliknya tidak selalu turun, akan tiba waktunya Anda merasakan hal yang berbeda. Itulah hidup, ada saatnya naik  dan ada saatnya turun. Tidak mungkin menerima saat naik dan menolak saat turun, itu tidak adil!!.
Yang harus Anda pahami adalah, saat matahari tenggelam Anda mau fokus dimana?, 
saat jalanan Anda naik Anda mau fokus dimana?, 
saat jalanan becek Anda mau fokus dimana? 
Kalau Anda fokusnya pada beceknya, kalau Anda fokus pada gelapnya, kalau Anda fokus pada capeknya maka hidup tidak akan bahagia.
               Mungkin sekarang Anda berada pada yang bukan pilihan anda, atau anda terjebak dan anda fokus pada hal yang membuat anda perasaan bahwa anda terjebak hidup anda tdak akan membahagiakan, tapi bila anda fokus pada bagaimana anda keluar dari jebakan makan anda akan keluar dengan sukses.
A.           Refleksi 
 Apabila memiliki pola pikir atau pengalaman hidup yang perlu dibebaskan, hal  yang perlu dilakukan adalah membebaskan hal tersebut, dengan tidak fokus pada hal yang membuat hidup kita tidak bebas tetapi fokuslah pada hal yang terang, fokus akan kedepannya.
B.           Bikin Hidup Lebih Hidup
Fokuskan hidup pada hal yang bisa dicapai, pada hal yang bisa ditinggkatkan, tidak pada hal yang mengahancurkan, hal-hal yang sial. Dengan demikian, kita bisa membuat hidup kita lebih berarti, kita bisa lebih hidup.

 
               Jika kita hanya fokus pada gelap kita tidak akan menemukan terang. ketika kita keluar dari kegelapan maka kita akan menemukan terang, kita bisa merasakan cahaya yang membuat hati kita terus semangat.

               Ciptakan tujuan Kita punya misi. Selain untuk dikasihi dengan kasih yang begitu besar, kita diciptakan untuk menjadi serupa dengan TUHAN dalam hal kemampuan mencipta dan merawat.